Tour Singapura - Malaysia 1

Beberapa bulan yang lalu kami mengikuti tour Singapura-Malaysia selama 4 hari 3 malam bersama salah satu agen tour dan travel. Kebetulan saat itu sedang ada promo. Pas banget nih, bisa menikmati liburan dengan budget minimal, juga enggak perlu ribet urusan transportasi, penginapan, dan makan.

Kami berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta naik pesawat Lion Air sekitar jam 06.15 WIB. Sampai di Bandara Changi, Singapura sekitar jam 09.00 waktu setempat. Berarti kalau dihitung sih perjalanan ke Singapura  dari Jakarta memakan waktu  sekitar 2 jam. Setelah semuanya berkumpul, kami pun langsung menuju loket imigrasi. Jangan lupa  passport dipegang masing-masing ya, agar memudahkan saat proses imigraai. Karena antrian yang cukup panjang, proses imigrasi di bandara Changi ini memakan waktu kurang lebih 30 menit. Prosesnya termasuk cepat dan tertib, lo. Udah gitu, bagi para ibu yang membawa anak kecil mendapat jalur khusus, jadi lebih cepat.


Dokumen Pribadi
Setelah proses imigrasi selesai, kami pun mulai berjalan-jalan. Agen tour kami menyediakan bis lengkap dengan tour guidenya yang akan membawa kami untuk berjalan-jalan selama di Singapura dan Malaysia nantinya.

Dokumen Pribadi

Sebelum berkeliling kota Singapura, kami di ajak berkeliling di seputar bandara dulu. Kami mampir dan foto-foto di Jewel Changi Airport yang terkenal dengan air mancur indoornya yang bernama HSBC Rain Vortex. Air terjunnya mempunyai ketinggian 40 meter dan terletak di tengah-tengah Jewel yang dikelilingi oleh taman dan hutan buatan. Keren banget deh. Jewel yang terletak di terminal 1 bandara Changi ini terlihat sangat mewah dan megah. Jewel Changi Airport yang berbentuk kubah kaca ikonik ini bisa menjadi destinasi wisata di Singapura yang banyak dikunjungi.


Dokumen Pribadi

Di Jewel kita bisa menemukan berbagai atraksi wisata, tempat berbelanja, restoran, fasilitas bandara yang lengkap, dan akomodasi yang dapat dinikmati oleh pengunjung dan wisatawan. Setelah puas berfoto dan mengelilingi area Jewel, kami pun melanjutkan perjalanan.


Dokumen Pribadi

Jalan-jalan ke Singapura belum sah lah ya kalau belum berfoto di Patung Merlion. Cuaca yang cukup panas enggak membuat kami jadi males foto-foto. Bukankah salah satu tujuan dari travelling itu untuk mempunyai kenangan dan pengalaman? Foto-foto itu adalah salah satu bentuk autentik dari kenangan. Kalau hanya berupa ingatan doang kan bisa lupa kapan aja. Hehehe, ngeles aja sih biar enggak dibilang narsis atau norak. Dan yang penting, jangan lupa bahagia. 

Dokumen Pribadi
Kami pun enggak menyia-nyiakan setiap momen dan setiap latar yang menarik untuk berfoto. Pastinya, enggak ketinggalan untuk berfoto dengan latar belakang Marina Bay Sands. 


Dokumen Pribadi
Lalu, kami pun berkeliling ke taman di sekitar area dan enggak lupa membeli es krim yang mangkal di sana. Oh iya guys, di sana kita enggak boleh makan dan minum di dalam bis atau angkutan umum, katanya sih biar enggak kotor. Pokoknya kita enggak boleh sembarangan dalam banyak hal, harus tertib dan taat peraturan, kalau kita melanggar, kita harus membayar denda yang nilainya juga enggak kecil. Enggak tau sih berapa-berapanya, tapi mending ikutin aturan aja deh, dari pada kenapa-kenapa kan berabe.

Dokumen Pribadi

Dan memang benar sih, di sana itu semuanya serba bersih, tertib, dan teratur. Sepertinya orang-orangnya mempunyai kesadaran yang tinggi dan taat aturan, mungkin takut juga kali ya kalau harus membayar denda yang katanya mahal itu. Jadi berangan-angan, andai di negeriku juga serba bersih, tertib, dan teratur, pasti nyaman banget, ya.

Puas berkeliling di Merlion, kami pun di ajak ke daerah Kampung Glam untuk makan siang dan sholat di Mesjid Sultan, Singapura. Kami makan siang di sebuah restoran yang terletak di seberang Mesjid Sultan. Jaraknya kurang lebih 100 meter dari mesjid Sultan. Masakannya enggak jauh beda lah dengan masakan Indonesia. Ada cumi yang di masak hitam, ada ikan lele, ayam goreng, tumis-tumisan, dan lain-lain. Lumayan lah untuk ukuran tour dengan paket hemat ini. 

Dokumen Pribadi

Setelah kenyang, kami pun menunaikan sholat jama dzuhur sekalian ashar di Mesjid Sultan. Mesjid  Sultan, dibangun oleh Sir Stamford Raffles untuk memenuhi keinginan Sultan Hussein Shah dari Johor yang merupakan pemilik pulau yang dulunya bernama Tumasik ini. Mesjid yang berkubah emas itu terasa nyaman dan sejuk, walaupun tanpa pendingin ruangan. Langit-langitnya tinggi, ruangannya luas, dan teduh, membuat kami merasa nyaman sholat di sini.

Dokumen Pribadi

Selesai sholat, kami berkeliling di sekitar mesjid. Banyak yang berjualan suvenir di sana. Harganya pun cukup terjangkau. Ada berbagai macam suvenir yang dijual, seperti gantungan kunci, magnet kulkas, kaos, mug, tas, dan lain-lain. Dari mesjid Sultan, kami melanjutkan perjalanan ke Bugis Street. Di sana, kami pun membeli oleh-oleh berupa aneka coklat dan suvenir.

Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Garden by the Bay yang merupakan kebun raya terbesar yang sangat indah dan cantik. Ribuan jenis tanaman ada di sana. Ada pohon palem, bunga anggrek, bunga matahari, dan lain-lain. Taman yang di tata sangat apik ini, membuat suasana terasa nyaman dan adem. Enak untuk foto-foto dan bersantai.

Dokumen Pribadi

Dari Garden by the Bay, kami melanjutkan perjalanan ke Universal Studio Singapore. Karena waktu yang terbatas, kami hanya berkeliling dan berfoto-foto aja di sana. Sayang banget sih, sepertinya kapan-kapan harus balik lagi khusus untuk tour di Singapura, sehingga bisa menjelajahi tempat-tempat wisatanya lebih lama dan lebih detil, enggak hanya diluarnya aja.


Dokumen Pribadi

Dokumen Pribadi

Hari sudah sore. Rencananya malam itu kami akan menginap di Johor, Malaysia. Kami pun melanjutkan perjalanan. Sebelum memasuki wilayah Johor, kami harus berhenti dulu di kantor imigrasi Singapura. Kami turun dari bis dan diharuskan membawa tas atau koper yang ada di dalam bis. Kalau yang di bagasi sih enggak perlu dibawa. Passport jangan lupa dibawa ya guys. Selama di luar negeri, passport itu ibarat nyawa kita, kalau sampai hilang bakalan panjang urusannya.

Kami setengah berlari memasuki kantor imigrasi Singapura ini. Katanya setiap harinya ada ribuan orang yang harus melewati kantor imigrasi ini. Apalagi sore hari, saat jadwal pulang para pekerja/pegawai yang tinggal di Johor tetapi bekerja di Singapura. Semua ingin buru-buru pulang, agar enggak terjebak macet di perjalanan.

Turis-turis yang mengalami sedikit masalah saat melakukan sidik jari, di bawa ke ruangan khusus dan sedikit diinterogasi. Lalu mereka seakan sibuk mengecek dan menelpon kesana dan kemari. Alhamdulillah semuanya beres dan kami bisa naik ke bis lagi.

Wah, benar-benar perjalanan yang luar biasa dan meninggalkan kesan yang mendalam. Gimana enggak, pengalaman di kantor imigrasinya aja udah sempet bikin deg-degan. Mana semua orang seakan terburu-buru dan berpacu dengan waktu, enggak ada yang santai-santai.

Perjalanan ke kota Johor, Malaysia memakan waktu sekitar 2 jam. Di perjalanan, kami mampir dulu ke rumah makan warisan untuk makan malam, lalu check in hotel. Setelah pembagian kamar, kami masuk ke kamar masing-masing untuk mandi dan beristirahat. Besok paginya kami harus check out dan mengunjungi destinasi yang lainnya.

Dokumen Pribadi


0 Comments