Mudik ke Sulawesi Selatan Part 2


Pagi hari, seperti biasa kami bangun subuh. Setelah mandi dan sholat subuh, ngga lupa kami juga mulai mengemas barang-barang bawaan kami. Ngga banyak sih yang harus diberesin, secara kami cuma tidur semalam doang.

Setelah semua beres, kami pun menuju ke restoran hotel untuk sarapan. Menu sarapannya lumayan juga kok, walaupun sederhana tetapi banyak variasinya. Ada nasi dan lauk pauknya seperti sambal goreng kentang, sambal teri, omelet, ada kue-kue untuk cemilan, buah potong dan ada aneka minuman seperti teh, kopi, dan sirup. Sesuai lah ya dengan tarifnya.

Kami sengaja mengambil tempat duduk di balkon agar bisa sarapan sambil menikmati pemandangan di pantai yang ada di seberang hotel.

Dokumen Pribadi

Suasana pagi itu di jalanan dan pantai depan hotel sepi-sepi aja. Ngga banyak kendaraan yang lalu lalang. O iya, nama pantainya adalah Pantai Mattirotasi. Pantainya juga sangat tenang dan ngga keliatan ada ombaknya. Tapi tetap bisa membuat kami menikmatinya. Pantai ini bersih dan jalanannya di beton.

Katanya Pantai Mattirotasi merupakan pantai terpanjang di Kota Pare-Pare. Kami bisa melihat kapal penumpang dan perahu nelayan yang mencari ikan. Rasanya masih ingin berlama-lama menikmati pemandangan di sana, tapi  kami harus melanjutkan perjalanan. 

Dokumen Pribadi

Rencananya kami mau mengunjungi rumah saudara dulu di daerah Kabupaten Pangkep dan kalau memungkinkan bisa mengexplore tempat-tempat wisata yang lain.

Lalu sampailah kami di Kabupaten Pangkep. Setelah berputar-putar mencari alamat, akhirnya kami sampai juga di rumah saudara. Lagi-lagi suasana terasa mengharukan. Melihat mereka menangis dan melepaskan kangen setelah sekian tahun lamanya ngga bertemu. Kami pun ngobrol dan saling bertanya kabar masing-masing. Setelah sholat, kami menyantap makan siang yang sudah disiapkan oleh tuan rumah. Ngga berapa lama kemudian, kami pun pamit.

Hari masih siang. Kayaknya masih sempat nih kalau mampir dulu ke beberapa tempat wisata. Mumpung di sini kan. Ngga tiap tahun juga kami mudik, bahkan belum tentu kami punya kesempatan untuk datang kesini lagi. Jadi harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ada beberapa tempat yang sempat kami kunjungi hari itu, diantaranya :

1. Ramang-Ramang, Maros

Dokumen Pribadi

Ramang-ramang merupakan pegunungan kapur terbesar di Indonesia. Disini kami bisa melihat hamparan tebing-tebing karst yang megah dengan berbagai ukuran. Suasana alam pedesaan, hamparan sawah yang hijau, dikelilingi pohon-pohon, ada rawa-rawa, ada kicauan burung, dan sesekali terlihat monyet-monyet hitam kecil bergelantungan di pohon di atas tebing karst, membuat kami merasa betah dan damai.

Dokumen Pribadi

2. Bantimurung

Dokumen Pribadi

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung terletak di Kabupaten Maros, ngga jauh dari Kota Makassar. Taman ini memiliki berbagai keunikan, yaitu: karst, goa-goa dengan stalagnit dan stalagmit yang indah, dan beraneka ragam kupu-kupu. Bantimurung oleh Alfred Russel Wallace dijuluki sebagai The Kingdom of Butterfly (kerajaan kupu-kupu).

Di taman nasional Bantimurung sendiri terdapat air terjun, tempat penangkaran kupu kupu dan Jembatan Gantung. Bukan hanya itu, di Bantimurung  juga dibangun dua menara diantara  puncak kubah raksasa yang dihubungkan dengan sebuah jembatan yang diberi nama Helena Sky Bridge.

Ngga terasa hari sudah sore, kami pun langsung check in hotel. Karena saat datang sudah merasa cukup puas menginap di Hotel Pesonna, maka kali ini pun kami menginap di Hotel Pesonna lagi. Setelah mandi dan sholat, kami jalan-jalan keliling kota sekalian mencari tempat untuk makan malam.

Pilihan kami malam itu adalah Seafood Mang Daeng, di Jalan Arif Rate Makassar. Yang lucu adalah karena kami penasaran banget pengen tau ikan bolu, dari namanya kayaknya enak dan teksturnya lembut kali ya kayak bolu. Jadi kami pun pesan ikan bolu. Ketika makanannya datang, ternyata ikan bolu itu sama dengan ikan bandeng. Oalah… kirain ikan apa? Hehehe.

Selesai makan malam, kami pergi mengunjungi saudara yang tinggal di Kota Makassar. Beneran ya, mudik pertama kami ke Sulawesi Selatan itu menyuguhkan perasaan yang penuh haru. Ibaratnya mempertemukan orang-orang yang sudah berpuluh-puluh tahun ngga berjumpa. Ngga kebayang kan gimana rasa kangennya? Dan pastinya begitu banyak kenangan dan cerita. Mungkin ngga akan cukup waktu berhari-hari untuk melepas kangen, tapi apa boleh buat, beberapa jam juga lebih baik daripada ngga sama sekali.

Dan malam pun semakin larut, anak-anak kayaknya udah ngantuk, kami pun pulang ke hotel.

Keesokan harinya, masih tersisa satu hari lagi untuk bisa menjelajahi Kota Makassar. Awalnya sih, kami ingin pergi ke daerah Bulukumba, masih ada satu saudara lagi yang belum dikunjungi. Sekalian main ke Pantai Bira yang katanya indah banget. Tapi Pak Sopir merasa keberatan. Katanya perjalanan ke Bulukumba itu perjalanan jauh, terlalu melelahkan kalau harus pulang pergi. Sementara besok pagi kami harus udah kembali ke Bandung.

Akhirnya, setelah sarapan di hotel, kami putuskan untuk jalan-jalan di Kota Makassar. Toh, kami juga belum sempat keliling kota.

1. Pantai Losari

Dokumen Pribadi

Pantai Losari terletak di pusat Kota Makassar. Ngga sah lah ya kalau ke Kota Makassar ngga mampir ke Pantai Losari. Pantai ini merupakan tempat hiburan dan berkumpul bagi warga Makassar dan wisatawan. Kita bisa melihat kapal-kapal, perahu nelayan, dan banyak container.  Banyak spot foto yang kece juga. Juga ada masjid 99 kubah, mengikuti jumlah dari nama-nama Allah atau Asmaul Husna. Kubahnya berwarna orange. Keren banget.

Dokumen Pribadi


2. Benteng Port of Rotterdam

Dokumen Pribadi

Benteng Port of Rotterdam, atau yang akrab juga disebut dengan Benteng Ujung Pandang, merupakan peninggalan bersejarah dari Kesultanan Gowa yang pernah berjaya pada abad ke-17. Lokasi benteng mudah dijangkau karena terletak di dalam kota Makassar, tepatnya berada di depan pelabuhan laut kota Makassar. Ngga jauh dari Pantai Losari.

Benteng ini digunakan pemerintah setempat sebagai Pusat Kebudayaan Makassar dan difungsikan sebagai perkantoran sehingga membuat lingkungan benteng menjadi bersih, rapi, dan terawat.

Dokumen Pribadi


3. Pulau Samalona

Dokumen Pribadi

Pulau Samalona adalah sebuah pulau kecil di Selat Makassar. Untuk menuju Pulau Samalona, kami menyewa perahu motor dari Pantai Losari. Harga sewanya sekitar Rp 500.000.

Perjalanan menuju Pulau Samalona dengan menggunakan perahu motor memerlukan waktu sekitar 30 menit. Seru juga ya naik perahu motor. Melihat pemandangan di sekitar pantai, kapal-kapal di kejauhan, desiran angin dan merasakan percikan air pantai karena terlindas oleh laju perahu yang kencang. Di Pulau Samalona, kami pun bisa melihat hamparan pasir putih dan air yang jernih. Senang banget bisa main air dan pasir.

Dokumen Pribadi

Setelah puas bermain, kami makan siang di sana. Menunya apalagi kalau bukan ikan bakar dan es kelapa muda. Mantap kan?

Selesai makan kami pun pulang ke hotel. Kayaknya hari itu kami puas-puasin istirahat di hotel aja. Paling mampir sebentar ke Ratu Indah Mall.

Malamnya, kami makan di Aroma Palopo Mapanyukki. Tempatnya masih di dekat hotel, di Jalan Andi Mappanyukki No. 66 C. Makanan yang tersedia di sana adalah Kapurung, ikan pallumara, peyek jagung, peyek ikan mairo, es pallu butung, es pisang ijo dan lain-lain. Kami memesan kapurung, peyek jagung, dan peyek ikan mairo. Rasanya maknyus banget.

Kapurung itu sejenis papeda dari Papua, terbuat dari sagu dan kuahnya rasa ikan, ada  udang dan sayurannya juga. Awalnya agak aneh sih, tapi lama-lama lumayan juga. Peyek jagung dan peyek maironya juga enak, kriuk dan gurih. Hmmm... jadi laper ngebayanginnya.

Dokumen Pribadi

Setelah perut kenyang, kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat dan packing untuk persiapan pulang ke Bandung esok harinya. Benar-benar mudik yang sangat berkesan. Ngga nyesel deh udah nyempetin mudik.

Masih ada satu peer lagi, yaitu mengunjungi saudara yang di Bulukumba dan Pantai Bira. Semoga ada kesempatan dan rezeki untuk mengunjunginya.

12 Comments

  1. Bagus sekali Mbak pemandangannya. Kulinernya juga bikin ngiler. Kriuk2 itu kesukaanku. Selamat liburan deh Mbak. Met kangen2an sama keluarga besar. Selalu suka baca artikel tentang perjalanan kayak gini.

    ReplyDelete
  2. Maasya allah, pemandangannya kece banget. Adem. Bikin tenang dan nyaman.

    ReplyDelete
  3. Perjalanan mudikbyang seru banget, Mbak. Itu Ramang-ramang, suweeeer keren abis, duh kapan ya saya bisa ke sana?

    ReplyDelete
  4. Membayangkannya aja nano-nano rasanya Mbak. Sejenak haru, sejenak kagum dan ada rasa senang meliputi. Perjalanan mudik yang luar biasa ya Mbak.

    ReplyDelete
  5. Puas banget nih jalan-jalan dan melepas rindu pada kerabat. Semoga pulang sampai Bandung semua jadi lebih fresh ya, mbak.. jadi lebih semangat beraktifitas. Namanya juga habis refreshing, kan?

    ReplyDelete
  6. Mbak, Sulsel beneran cantiknyaaaa
    Semoga ada kesempatan saya ke sana juga.
    Ini fotonya keren pakai kamera ya?
    Biru banget lautnya, hijau latarnya
    Dan itu kulinernya bikin lapar sayaa

    ReplyDelete