Mudik ke Sulawesi Selatan Part 1


Suatu hari, suamiku mengajak kami untuk mengunjungi tanah leluhurnya di daerah Sulawesi Selatan. Sekalian nganter Bapak Mertua yang udah kangen banget dengan kampung halaman dan saudara-saudaranya, setelah berpuluh-puluh tahun ditinggal merantau. Waaah... tentu aja aku ngga nolak. Dan kebetulan anak-anak masih libur sekolah, aku dan suamipun bisa mengambil cuti.
Saat itu, kami berangkat dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng sekitar pukul 17.00 WIB,  sampai di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanudin, Makassar sekitar pukul 19.45 WITA. Cuaca saat itu kurang bersahabat alias hujan. Kami dijemput oleh Saudara dan di antar ke hotel. Kami menginap di Hotel Pesonna, Jalan Andi Mappanyuki No. 49 Makassar. Hotelnya bagus, nyaman, dan bersih. Tarif per kamar sekitar Rp 450.000.

Esok harinya, setelah mandi dan sarapan kami pun check out dari hotel dan memulai perjalanan kami ke Tana Toraja, tanah leluhur bapak mertua. Tempat-tempat yang sempat kami kunjungi di perjalanan adalah :

1. Kota Pare-Pare

Dokumen Pribadi

Kami memulai perjalanan dengan mobil sewaan. Tarif sewanya Rp 750.000 per hari sudah termasuk Sopir dan bensin. Ngga tahu  juga sih harga segitu termasuk murah atau mahal. Kadang kalau lagi jalan-jalan gitu jangan terlalu perhitungan juga sih. Sepanjang masih dalam batas wajar ngga apa-apa. Yang penting perjalanan nyaman, aman, dan selamat. Sopirnya juga bawa mobilnya santai, ngga ugal-ugalan, mungkin karena ada anak-anak dan orang tua juga.

Setelah kurang lebih 4 jam perjalanan, kami tiba di Kota Pare-Pare, yang merupakan kota kelahiran almarhum Bapak B.J. Habibie. Di sini, kami mampir dulu ke Warung Pangkep “Sop Saudara” untuk makan siang dan Sholat.

Sop Saudara adalah masakan khas daerah Sulawesi Selatan. Mirip dengan soto, berkuah, pakai daging, bihun, jeroan sapi, perkedel, dan ketupat. Selain itu, di sana juga ada Sop Konro, Coto Makassar, dan ikan bakar. Kami memilih Sop Saudara, Sop Konro, dan Coto Makassar. Kayaknya enak siang-siang makan yang panas-panas dan pedas. Mana sepanjang perjalanan dari Makassar hujan dan gerimis terus. Cocoklah kalau pilih makanan yang berkuah, panas, dan pedas.

Selesai istirahat, sholat, dan makan, kami pun melanjutkan perjalanan lagi.

2. Gunung Nona

Dokumen Pribadi

Perjalanan kami masih panjang. Jalanan yang di lalui lumayan berkelok-kelok. Untungnya anak-anakku yang biasanya rewel dan nanya-nanya terus kapan sampai, saat itu lumayan anteng. Setelah kurang lebih 3 jam perjalanan, sekitar jam 17.00 WITA, sampailah kami di Kabupaten Enrekang. Kami istirahat dulu di sebuah warung kopi sambil melihat pemandangan Gunung Nona yang luar biasa indahnya.

Setelah itu , kami pun melanjutkan perjalanan ke Kota Makale, Tana Toraja.

3. Makale

Hari sudah malam saat kami tiba di Kota Makale, Tana Toraja. Sebetulnya kampung halaman bapak mertua masih jauh. Tapi rasanya terlalu melelahkan kalau kami memaksakan untuk sampai ke sana. Dan saat istirahat di Kabupaten Enrekang, kami sudah memberitahu keluarga dari bapak mertua untuk ketemuan di Kota Makale. Kami pun check in hotel. Malam itu kami menginap di Hotel Torsina.

Hotel Torsina bergaya rumah-rumah Toraja. Kamarnya bersih dan luas, hanya saja sudah bangunan lama. Kebetulan kami mendapat kamar di lantai bawah, cukup nyaman, menghadap ke taman. Tempat makannya di ruang terbuka dan ada taman-taman di sekelilingnya. Ada kolam renangnya juga.

Dokumen Pribadi


Sekitar jam 21.00 WITA, keluarga bapak mertua pun datang. Terharu juga melihat mereka saling melepas kangen setelah berpuluh-puluh tahun ngga bertemu.

Malam semakin larut, kami pun segera tidur. Rencananya sekitar jam 03.00 WITA mau ke Gunung Lolai. Katanya bagus banget. Kayak negeri di atas awan. Tapi cuaca sama sekali ngga mendukung. Hujan lebat menyambut kami dari mulai kami datang dan belum reda sampai menjelang pagi. Akhirnya kami putuskan untuk istirahat saja.

Pagi harinya, setelah mandi kami pun sarapan di hotel. Sarapannya standar aja sih. Tapi lumayan lah buat mengganjal perut. Selesai sarapan, kami pun bersiap-siap untuk kembali ke arah Kota Makassar. Kami memang hanya cuti 5 hari, jadi ngga bisa berlama-lama di sana. Masih ada beberapa saudara yang akan dikunjungi.

Namun sebelum pulang kami pun menyempatkan untuk meng explore Kota Makale. Tempat-tempat yang kami kunjungi saat itu antara lain :

1. Desa Kete Kesu

Dokumen Pribadi

Salah satu objek wisata yang terkenal di Kota Makale adalah Desa Kete Kesu. Objek wisata ini sangat unik. Di sana terdapat rumah adat suku Toraja yang disebut Tongkonan, ada kerbau yang merupakan binatang yang dianggap suci dan harganya pun sangat mahal, ada kuburan Toraja yang bentuknya bermacam-macam, ada kuburan batu di atas tebing batu, ada deretan peti jenazah leluhur orang Toraja, dan ada patung leluhur orang Toraja yang merupakan gambaran para leluhur yang sudah meninggal dan dikuburkan di sana. Selain itu di sana juga banyak yang menjual jajanan dan souvenir berupa ukiran khas Toraja.

Dokumen Pribadi

2. Objek Wisata Lemo

Dokumen Pribadi

Objek wisata Lemo merupakan kuburan yang dibentuk  langsung pada dinding bukit dan pada awalnya ternyata khusus hanya bagi bangsawan Toraja. Pada makam batu Lemo ini terdapat patung kayu pada dinding batu terjal yang menghadap langsung ke alam terbuka. Patung kayu di makam Batu Lemo Tana Toraja ini dianggap dapat mewadahi roh dari si mati. Secara periodik pakaiannya dapat diganti melalui upacara yang disebut Ma’nene (menghormat kepada orang tua).

3. Goa Londa

Dokumen Pribadi

Goa Londa merupakan kawasan pemakaman  yang didalamnya terdapat ratusan tengkorak dan ribuan tulang belulang yang sudah berumur ratusan tahun. Ada juga peti-peti yang masih baru, ada peti-peti yang di gantung, dan ada juga peti mati yang diselipkan di celah gua.

4. Toraya Maelo

Dokumen Pribadi

Objek wisata ini terletak di puncak Gunung Batu Burake. Disini terdapat Patung Yesus Memberkati yang merupakan salah satu patung tertinggi di dunia. Patung ini menghadap ke arah Kota Makale. Pemandangan dari atas sini bagus banget. Bisa melihat Kota Makale dari ketinggian dan banyak spot foto yang menarik juga. Sayang banget kalau dilewatkan.

Rasanya cukup sampai di sini aja kami mengexplore Kota Makale. Sebetulnya masih banyak objek wisata yang belum dan ingin kami kunjungi, tapi apa daya perjalanan kami masih jauh.
Rencananya sebelum ke Kota Makassar, kami juga akan mampir dulu ke rumah saudara di daerah Kabupaten Pangkep. Wah, ternyata keluarga dari suami tersebar juga ya. Dan jaraknya juga lumayan jauh. Jadi butuh waktu untuk mengunjunginya satu per satu. Sekitar jam 14.00 WITA, kami berhenti untuk sholat dan makan siang di daerah Kabupaten Enrekang. Ngga jauh dari Gunung Nona yang kemarin didatangi.

Selepas ishoma, kami melanjutkan perjalanan lagi. Sampai di Kota Pare-Pare, hari sudah malam.  Sepertinya ngga mungkin kalau harus lanjut ke Kota Makassar. Akhirnya kami putuskan untuk bermalam di sana.

Setelah berkeliling mencari hotel yang nyaman untuk menginap, akhirnya kami menemukan hotel budget yang cukup bagus, yaitu Pare Beach Hotel. Letaknya tepat di depan pantai. Lumayan nyamanlah untuk kami beristirahat, walaupun kamarnya kecil tapi bersih dan ada AC nya. Tarifnya juga sesuai lah, Rp 300.000 per malam. Setelah mandi, kami pun langsung tidur. Biar fresh untuk persiapan perjalanan besok.

16 Comments

  1. Wah asyik sekali Mbak bisa mengeksplore Sulawesi Selatan. Pemandangannya bagus2. Selain itu dapat bertemu dengan keluarga besar setelah puluhan tahun tak bertemu,pasti rasanya senang banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Alhamdulillah ada kesempatan. Itu juga pertama kalinya aku bertemu dgn keluarga di sana

      Delete
  2. Gunung nona cantik sekali ya mba, hijau adeemm mirip seperti di bromo. Suatu saat saya ingin juga bisa berlibur ke makasar

    ReplyDelete
  3. MashaAllah,, nggak kebayang gimana lelahnya. Meski begitu, pasti nggak kerasa capek pas perjalanan karena euforia menyenangkan mengexplore daerah baru ya Mbak. Hehehe

    ReplyDelete
  4. Asyiknya road trip. Selalu senang kalau jalan dan singgah-singgah begini. Enggak apa-apa sewa mobil juga karena puas berhenti ke tempat yang menarik hati Alhamdulillah silaturahmi sekalian berwisata ya Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget... silaturahminya dapet, jalan2nya jg dapet

      Delete
  5. Gunung Nona kesannya misterius gitu ya. Asyik bener bisa road trip, menengok ortu sekaligus wisata. Keren...keren...Puas pastinya, capeknya ilang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya puas banget, capeknya terbayar dgn pengalaman yg seru

      Delete
  6. Hallo, Mbak. Salam kenal. Foto-fotonya bagus sekali,terutama gunung Nona. Cakep dan ada aura mistis. Bikin penasaran banget����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya gitu ada aura mistisnya? Tp yg jelas sih gunungnya memang cakep

      Delete
  7. Indonesia memang kaya dengan keindahan alamnya dan budaya masyarakatnya yang unik.
    Saya belum pernah ke Sulawesi, tapi dengan membaca tulisan ini jadi tau begitu indahnya pemandangan di Sulawesi Selatan, terutama Gunung Nona, wah indah sekali ya...

    ReplyDelete
  8. Wah baca ini jd kngen deh sm Sulsel. Aku lahir disini dan terakhir 11 tahun tinggal di Mksar. Tempat2 yg mb singgahi udh pernah juga aku kunjungi. Kpn ya bisa ke Sulsel lgi...hehe...

    ReplyDelete