Suatu Hari di Kota Batu, Malang

Koleksi Pribadi

Ceritanya ada temen yang nikah di Kota Malang, Jawa Timur. Jadi berangkatlah aku barengan sama temen-temen kantor. Kami berangkat Jum'at pagi naik pesawat jam 06.00 WIB dari Bandara Husein Sastranagara Bandung ke Bandara Juanda Surabaya. Dari Surabaya, kami menyewa mobil untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Batu, Malang. Jalanan agak macet saat itu.

Koleksi Pribadi

Sampai di Kota Malang pas jam makan siang. Kami melipir dulu di warung bakso di sekitar situ untuk makan siang dan sholat. Selesai makan siang, kami melanjutkan perjalanan ke Kota Batu. Ternyata Kota Malang macet dan panas juga ya. Setelah sekitar 2 jam perjalanan sampailah kami di Kota Batu. Kami menginap di sebuah villa di daerah Batu. Namanya Villa Batuque 2. Letaknya sih dekat dengan Agrowisata dan Batu Night Spectacular. Saat itu  kami mendapat tarif untuk sewa kamarnya Rp 250.000 termasuk sarapan.

Tempatnya lumayan bagus. Kamarnya cukup nyaman dan bersih. Viewnya juga indah banget. Udaranya adeeeem. Nginjek lantainya aja  dingin banget. Kami pun mengexplore hampir setiap sudut villa dan foto-foto tentunya. Saat itu ngga banyak yang menginap di villa itu. Mungkin hanya beberapa kamar aja yang terisi. O iya, walaupun namanya villa, tapi bentuknya kayak hotel dengan kamar-kamar yang disewakan. Di lantai 3 terdapat ruangan untuk main billiard dan spot foto yang cantik karena bisa langsung terlihat view yang indah di sekitar villa.

Koleksi Pribadi

Setelah beristirahat sebentar mulailah kami mengexplore daerah Batu, Malang. Kami menggunakan angkutan online untuk menuju ke tempat-tempat yang ingin kami kunjungi. Tempat-tempat yang sempat kami kunjungi saat itu adalah :

Museum Angkut
Koleksi Pribadi

Museum Angkut Malang merupakan salah satu destinasi favorit. Di museum ini terdapat berbagai macam sarana transportasi baik kendaraan kuno dan klasik zaman dahulu hingga kendaraan zaman sekarang. Diluar gedung aja udah banyak spot foto yang keren apalagi di dalam gedung. Kendaraan dengan berbagai merk dan dari berbagai pabrikan dipajang disini. Tiket masuknya saat weekdays yaitu Senin-Kamis Rp 70.000 per orang, sedangkan saat weekend (Jum'at-Minggu) Rp 100.000 per orang. Jam operasionalnya dari pukul 12.00 WIB - 20.00 WIB.  Kalau kamu membawa kamera  DSLR, polaroid, kamera digital, handycam atau sejenisnya akan dikenakan charge Rp 30.000 per item, kecuali smartphone. Jadi pastikan smartphone kamu baterainya penuh karena banyak banget spot foto yang sayang banget kalau dilewatkan.


koleksi pribadi
koleksi pribadi

Batu Night Spectacular
Setelah puas mengelilingi Museum Angkut, kami pergi ke Batu Night Spectacular atau BNS. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB. BNS merupakan tempat rekreasi yang menyuguhkan berbagai macam wahana yang spektakuler yang dibuka dari sore hingga malam hari. Harga tiket masuknya adalah Rp 30.000 untuk hari biasa dan Rp 40.000 saat akhir pekan. Untuk tiket terusan Rp 99.000 hari biasa dan Rp 120.000 untuk akhir pekan.

koleksi pribadi
Kami hanya membeli tiket biasa aja, toh ngga mungkin lah emak-emak seperti kami mau nyoba berbagai macam wahana. Melihat orang lain naik wahana aja rasanya ngeri, apalagi kami yang naik, bisa pingsan kali. Karena hari udah mulai malam dan perut udah lapar, kami pun makan malam di foodcourtnya sekalian sholat maghrib. Disana kami pun bisa makan sambil menikmati musik, melihat air mancur menari dan ada pertunjukkan serta penampilan band lokal juga. Benar-benar terhibur deh.

Selesai makan, kami kembali jalan-jalan ke tempat wahana. Akhirnya kami mencoba 1 wahana yang menurut perkiraan kami masih tergolong aman, yaitu sepeda udara. Setelah membeli tiket, kami pun naik tangga ke atas tempat sepeda udara. Tapi kenyataannya setelah diatas dan sepeda berjalan diatas rel tetap aja kami panik dan deg-degan. Jangan ditanya deh gimana hebohnya kami saat itu. Norak dan malu-maluin banget.

Keesokan harinya setelah sarapan di hotel, kami pun packing dan bersiap-siap untuk check out hotel dan berangkat ke Kota Malang. Rencananya kami ingin mengexplore Kota Malang juga. Sarapannya biasa banget, sesuai lah dengan tarif kamarnya. Hehe.

Tapi, saat packing, salah satu teman kami ngga menemukan dompetnya di tas. Setelah dicari kemana-mana tapi ngga ketemu juga, kami pun mencoba menelpon sopir angkutan online yang tadi malam mengantar kami pulang ke hotel, barangkali terjatuh di mobil, tapi juga ngga ada. Akhirnya kami memutuskan untuk check out hotel dan kembali ke BNS.

Di BNS, kami menemui bagian informasi dan menanyakan barangkali ada yang menemukan dompet dan menitipkannya disana. Tapi juga ngga ada. Lalu, kami meninggalkan nomor handphone ke bagian informasi, siapa tahu nanti ada informasi. Akhirnya kami putuskan ke Kantor Polisi terdekat untuk membuat Surat Keterangan Kehilangan. Tanpa KTP, jangan-jangan besok teman kami ngga bisa pulang. Saat check in di bandara kan selalu di minta untuk memperlihatkan KTP.

Setelah hampir 1 jam di Kantor Polisi, kami pun melanjutkan perjalanan. Kami mampir dulu ke Taman Rekreasi Selecta. Walaupun saat itu mood kami lagi jelek, tapi sayang juga lah kalau ngga nyempetin ke sini. Kapan lagi coba? Taman dengan keindahan panoramanya, bunga-bunga yang cantik dan berwarna-warni, kolam renang dan wahana permainan yang cukup beragam, sedikit mengobati mood kami yang sedang jelek.

koleksi pribadi

Dan Alhamdulillah, ada seseorang yang menelpon teman saya, katanya tadi malam beliau menemukan dompet di BNS dan janjian untuk bertemu. Sayangnya, beliau hanya bisa bertemu sekitar jam 14.00 WIB, padahal kami akan melanjutkan perjalanan ke Malang.

Sambil menunggu jam 14.00 WIB, kami pun pergi ke tempat makan siang. Sopir mobil sewaan kami membawa kami ke Lesehan Pring Pethuk Kota Batu. Tempat makan yang terletak di antara perumahan penduduk, namun memiliki area yang luas. Tempatnya berbentuk saung dan lesehan, serta ada kolam ikan di sekitar saungnya. Menu makanan yang ditawarkan tentunya aneka olahan ikan seperti ikan goreng, ikan bakar, dan lain-lain. Tapi ayam goreng, tahu, tempe, lalap, dan sambal juga ada kok. Minumannya ada kelapa muda, aneka jus, teh, kopi, dan lain-lain. Kalau dihitung-hitung per orang habisnya sekitar Rp 50.000.


Setelah makan dan sholat, kami melanjutkan perjalanan ke tempat oleh-oleh. Waktu sudah hampir pukul 14.00 WIB. Teman kami pun janjian untuk bertemu dengan si penemu dompet di De Duwa, pusat oleh-oleh Kota Batu. Di De Duwa, kami membeli aneka keripik, dodol, dan oleh-oleh khas Kota Batu lainnya. Ngga berapa lama Bapak penemu dompet datang. Setelah sedikit diinterogasi dan dinasehati, dompet pun dikembalikan. Alhamdulillah. Lega rasanya.


Hati udah tenang, perjalanan ke Kota Malang pun dilanjutkan. Begitu melewati Jatim Park 3, kami pun tergoda untuk mampir. Sayangnya, saat itu hampir semua wahana sudah tutup. Kami pun hanya jalan-jalan, shopping, membeli kaos untuk oleh-oleh, dan foto-foto. Saat sedang mengelilingi area Jatim Park 3, salah satu teman kami, iseng mengintip ke suatu ruangan. Ternyata disana masih ada petugasnya dan mereka mempersilahkan kami untuk masuk. Kata mereka, “Masuk aja Bu, dicoba aja!”. Dan kami yang kepo ini masuklah ke dalam ruangan itu. Di dalam kami diberi kacamata, pistol-pistolan dan dipersilahkan untuk naik ke mobil-mobilan.

Namun sebelum mobil-mobilan itu dijalankan, kami pun harus membayar tiket terlebih dahulu. Hehehe. Jadilah kami main perang-perangan, bertempur melawan allien hologram. Kebayang kan hebohnya emak-emak ini. Untung di ruangan itu hanya kami berempat. Lucu banget deh kalau ingat peristiwa itu. Secara para emak ini nembaknya juga banyak melesetnya. Tapi seru aja. Kapan lagi coba bisa bertingkah kayak anak kecil gini?

koleksi pribadi

Hari semakin gelap, kami pun melanjutkan perjalanan. Rencana ingin makan bebek sinjay di tempat aslinya pun terpaksa dibatalkan. Kami mampir sebentar untuk membeli Pia Cap Mangkok, oleh-oleh wajib khas Malang. Lalu makan malam di bakso bakar Pak Man, Malang. Setelah itu, kami check in hotel.

Esok paginya, kami pergi untuk menghadiri akad pernikahan teman kami. Alhamdulillah acaranya berjalan lancar. Dan di acara nikahan itu, aku bertemu dengan teman kuliah yang sudah berpuluh-puluh tahun ngga ketemu. Seneng banget deh.

Dan, berhubung siang itu kami harus kembali ke Bandung, kami pun segera kembali ke hotel diantar oleh teman kuliahku itu. Maaf ya teman, kami ngga bisa hadir di acara resepsi pernikahanmu. Sesampainya di hotel, aku pun berpamitan sama temen lamaku.  Dan dia memberiku 1 dus oleh-oleh. Alhamdulillah ya, rezeki memang ngga kemana. Setelah packing barang-barang, ngga berapa lama kami  pun dijemput oleh mobil travel tujuan Bandara Juanda Surabaya.

Cerita perjalanan yang seru dan mengesankan. Walaupun perjalanan kami ngga terlalu mulus, tapi tetap indah untuk dikenang.

1 Comments