Bahagia ada di hati

Koleksi Pribadi
Tanggal 29 September 2019 adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke 20. Tapi seperti biasa, ngga ada yang istimewa, sama aja seperti hari-hari yang lain. Kami memang jarang dan bahkan ngga pernah merayakan ulang tahun, baik ulang tahun hari lahir maupun pernikahan atau hari yang lainnya kalau ada. Kami memang orang yang sederhana dan ngga suka menjadi pusat perhatian. Mungkin  termasuk orang-orang yang pemalu dan kurang PD kali. Bagi kami, diberi kesehatan, umur panjang, dan bisa melewati riak-riak kehidupan dengan baik-baik aja udah Alhamdulillah.

20 tahun bukan waktu yang sebentar. Suka, duka kami lalui. Ngga mudah memang. Menyatukan 2 orang yang berbeda bener-bener butuh perjuangan, pengorbanan, keikhlasan, dan kesabaran.

Bayangkan aja, aku yang ngga betah di rumah tiba-tiba berjodoh dengan seseorang yang over protective banget, bener-bener bikin aku stres pada awalnya. Mau pergi kesana ngga boleh, kesitu ngga boleh. Jadinya aku sering ngambek, berasa dipingit. Belum lagi soal masakan. Aku yang ngga pernah masak, sementara suami berasal dari keluarga yang ibunya jago masak dan enak-enak banget masakannya. Jadilah aku rajin beli buku resep masakan dan praktek memasak walau ujung-ujungnya tetep ngga membuat suamiku jadi doyan makan masakanku. Akhirnya aku hopeless dan mogok masak. Terus suami yang cuek dan aku yang baperan. Aku yang serampangan, dan dia yang rapi. Dan masih banyak banget perbedaan kami. Sering ujung-ujungnya jadi berantem dan diem-dieman.

Akhirnya lama kelamaan, sama-sama belajar menerima dan menyesuaikan diri. Ngga mudah, butuh waktu dan kesabaran. Dan memang ngga bisa 100% sesuai dengan keinginan masing-masing.

Kadang, aku suka membanding-bandingkan dengan suami orang lain yang romantis, ada kiriman bunga dan kado saat ulang tahun, ucapan selamat, status yang manis di medsos, sementara suamiku ngga pernah. Cuek bebek. Jadi inget saat baru pertama kenal, julukannya adalah sedingin salju, saking dinginnya. Tapi, diprotes gitu juga cuek aja. Biarin aja orang lain mo gimana juga, kita mah kita aja, katanya. Ya udahlah. Lama-lama aku juga jadi merasa jengah kalo ada yang ngasih surprise atau kado. Jadi malu dan salting. Bukan gue banget.

Balik lagi ke suami. Aku sering merenung dan pada akhirnya aku sampai pada kesimpulan bahwa seharusnya aku banyak-banyak bersyukur mempunyai suami seperti suamiku. Walaupun ngga sempurna, tapi  sebetulnya justru aku yang lebih banyak kekurangan dan kesalahan tapi dia mau bersabar dan menerima kekuranganku. Mungkin, kalau bukan dia yang jadi suamiku, ngga akan sesabar dan seikhlas itu kali menerimaku apa adanya.

Pernah suatu waktu, saat aku harus masuk ruang operasi karena sesuatu hal. Dia yang biasanya cuek, tiba-tiba bikin status "untukku kamu ada, untukmu aku ada.." wah, langsung melelehlah aku. Dan saat akhirnya kondisiku ngga kembali normal dan membuatku minder banget, dia juga biasa aja. Ngga jadi malu jalan sama aku yang ngga sempurna ini. Pernah sekali waktu aku tanya dan jawabnya, "semua itu kan takdir dek... diterima dan dijalanin aja, ngapain minder" hiks... Maafkan aku yang ngga sempurna dan baperan ini.

Jadi teringat nasehat seorang teman. Jangan lihat rumput tetangga. 2 pribadi menyatu, bukan 2 orang yang sempurna menyatu. Walau berbeda dalam segala hal, yang penting saling nyaman dan saling melengkapi. Tak perlu menjadi setampan Romeo atau secantik Juliet untuk jadi bahagia karena bahagia itu ada di hati. Terima kasih nasehatnya teman. Semoga rumah tanggaku dan suami selalu langgeng, semakin dewasa, bijaksana dan bisa menjadi lebih baik dunia dan akhiratnya. Aamiin.

23 Comments

  1. Alhamdulillah langgeng sampai tuaa :)

    ReplyDelete
  2. Wah masyaAllah.. mudah-mudahan bahagia selalu ya Mbak, saya sebentar lagi menuju tahun ke-5 pernikahan. Betul banget nggak gampang menyatukan dua kepala dalam satu atap hehe, tapi semakin kesini justru kita sadar bahwa perbedaan itu sebetulnya ada agar bisa saling memahami & melengkapi satu sama lain

    ReplyDelete
  3. Wah sudah 29 tahun. Semoga selalu sakinah mawaddah warahmah ya Mbak..Sebumi Sesurga-Nya bersama suami tercinta.
    Beda 3 tahun kita, aku 17 tahun :)
    Dan setuju...bahagia itu ada di hati!

    ReplyDelete
  4. Wah happy anniv mbak, semoga sehat selalu sekeluarga dan semoga bahagia terus yaa, bahagia emang ada di hati.

    ReplyDelete
  5. Yup mbak, setuju banget. Tak perlu menjadi sempurna. Yang penting saling melengkapi.

    Happy anniversary Bun Chilmil, semoga selalu rukun dan selalu bersama hingga di Jannah-Nya
    Aamiin

    ReplyDelete
  6. Happy Anniversary Bun Chilmil. Alhamdulillah sdh smp 20 thn, semoga tetap langgeng ya...

    Maaf Bun, kalau boleh saran, artikelnya paragrafnya kepanjangan. Tiap paragraf 4 smp 5 kalimat.
    Agak pusing bacanya...Maaf...

    ReplyDelete
  7. MashaAllah,,, happy aniv ya bunda. Semoga kelak yuni dapat suami yang mau menerima semua kekurangan yuni.

    ReplyDelete
  8. Masya Allah, sudah 20 tahun bersama. Baarakallah ya, Mbak. Pasti kalau ditulis jadi novel, kisah rumah tangga nya sudah berjilid-jilid tuh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya aku blm bisa bikin novel, nanti ngga ada yg baca

      Delete
  9. Happy Anniversary ya, mbak. Langgeng dan semakin saling sayang.
    Btw, ini Dermaga Bintang yang dimana, mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini di Bandung,,dari daerah padasuka keatas lagi. Caringin Tilu

      Delete
  10. Begitulah menjalani kehidupan keluarga, harus ada saling pengertian dan mau menerima apa adanya. Kalau tidak bisa bubar, hahaha...
    Selamat ya mbak semoga tetap langgeng dan bahagia selamanya

    ReplyDelete
  11. Menjadi tua itu pasti, mwnjadi bijaksana itu pilihan ....... always be wise ya kuy

    ReplyDelete