Yuk Simak! 6 Hal yang harus Dipersiapkan Sebelum Konsultasi ke Kantor Pajak

Credit : Google
Anda bekerja atau mempunyai usaha sampingan  tetapi bingung mengenai kewajiban perpajakannya?  Jangan khawatir, anda bisa datang dan konsultasi ke Kantor Pajak. Biasanya, para wajib pajak datang ke Kantor Pajak untuk menanyakan tentang peraturan perpajakan, aplikasi perpajakan, tata cara pelaporan, dan juga tata cara pembayaran. O iya, yang akan dibahas disini adalah terkait pajak pusat ya, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh). Nah, agar konsultasi berjalan lancar dan ngga ada yang terlewatkan ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Apakah itu? Yuk simak!
1. Buat daftar pertanyaan
Sebelum datang ke Kantor Pajak, sebaiknya siapkan dahulu daftar pertanyaan, agar ngga ada yang terlewat sehingga ngga harus bolak-balik datang ke Kantor Pajak.  Tetapi kalau ternyata masih ada yang kelupaan, anda bisa konsultasi via telepon atau bisa googling di internet.
2. Bawa dokumen terkait perpajakan
Dokumen terkait perpajakan sebaiknya dibawa agar memudahkan ketika diperlukan. Misalnya KTP, Kartu NPWP, e fin, password-password terkait aplikasi, bukti potong pajak dari tempat bekerja dan Akta Pendirian kalau berbentuk badan usaha.
3. Bawa laptop atau gadget yang ada koneksi internet
Kegiatan pelaporan dan pembayaran perpajakan saat ini sebagian besar sudah bisa dilakukan secara online. Bagi anda yang semata-mata bekerja dari satu pemberi kerja misalnya dari instansi pemerintah atau dari perusahaan swasta bisa melaporkan kewajiban perpajakannyanya menggunakan gadgetnya masing-masing. Namun, bagi anda yang mempunyai usaha sendiri atau bekerja lebih dari satu pemberi kerja,  ada aplikasi perpajakan yang harus diinstall agar bisa membuat pelaporan pajak. Makanya disarankan untuk membawa laptop agar kedepannya anda bisa melakukannya sendiri tanpa harus datang ke  Kantor Pajak dan mempunyai arsip perpajakan sendiri.
4. Pastikan anda sudah mempunyai e fin
E fin merupakan singkatan dari electronic filling identification number yaitu nomor identitas yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk wajib pajak yang sudah mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Efin merupakan sarana agar dapat login ke DJP Online  untuk melakukan pelaporan pajak dan/atau membuat kode billing untuk pembayaran pajak secara online.
5. Pastikan alamat email anda masih aktif
Dengan pelaporan secara online, alamat email sangat diperlukan, karena ketika anda registrasi atau melakukan pelaporan pajak, akan ada link atau kode verifikasi yang dikirim ke email. Jika alamat email anda salah atau ngga bisa dibuka karena lupa password misalnya, maka kegiatan pelaporan pajak ngga akan bisa dilanjutkan, karena anda harus mengklik link verifikasi sebagai tanda sudah aktif atau menyalin kode verifikasi untuk bisa mengirimkan data pelaporan pajak.
6. Jangan lupa untuk membawa password-password terkait aplikasi. 
Untuk aplikasi offline biasanya username dan passwordnya sudah baku, kecuali wajib pajak menggantinya. Sedangkan untuk aplikasi efaktur, terdapat password-password yang hanya wajib pajak aja yang tau, sehingga jika wajib pajak lupa password-password tersebut, maka proses pelaporan pajak ngga bisa dilanjutkan.
Nah, gimana? Masih bingung tentang kewajiban perpajakannya? Jangan ragu untuk datang ke Kantor Pajak ya dan semoga tips tadi bisa membantu. Selamat berkontribusi untuk negara tercinta ini. Merdeka!

0 Comments